450
450

Padahal bukan ‘game kekerasan’ mirip PUBG, tapi DOA Xtreme: Venus Vacation tidak bisa diakses oleh gamer Indonesia! Waduh?
Seri spin-off dari game Fighting ber-DLC Rp1.000.000 Dead or Alive (DOA), yaitu DOA Xtreme: Venus Vacation, sekarang dikabarkan telah rilis untuk platform PC.

Seperti judul-judul sebelumnya Dead or Alive Xtreme tidak mengajak kau melihat para gadis manis beradu tinju, melainkan menyajikan konten kalem bertema liburan di pulau tropis, bermain voli pantai, sesi foto bersama karakter-karakter perempuan dari seri Dead or Alive yang menggunakan… tentu saja. Baju renang.

Untuk seri ini, abjad yang bisa kau mainkan di Dead or Alive Xtreme: Venus Vacation terdiri dari Kasumi, Ayane, Marie Rose, Honoka, Kokoro, Nyotengu, Momiji, Helena, Hitomi, dan abjad Istimewa untuk seri ini, Misaki. Entah apakah ke depannya nanti akan ada update untuk abjad tambahan.

Konten utama dalam permainan ini ialah pertandingan voli pantai yang bisa berjalan otomatis kolam RPG gacha. Kaprikornus kau hanya perlu menyusun taktik siapa saja abjad yang akan ikut serta, taktik permainan mirip apa, dan baju renang apa yang mereka pakai sebelum permainan dimulai.

Tampilan sajian game ini juga terlihat mirip game mobile yang biasa kita mainkan, hanya saja lebih high definition, dan cuma bisa berjalan di PC (kasihan kalau dipaksa ke mobile, bakal menyiksa smartphone kamu). Hadirnya BGM berupa musik bertema pantai menambah rasa seru dari menonton pertandingan voli pantai antarcewek ini.

Yang menciptakan game ini sedikit berbeda dan juga sedikit menyebalkan ialah adanya sistem gacha untuk menambahkan koleksi baju renang! Nantinya juga baju renang itu tidak hanya berfungsi sebagai konten visual saja, melainkan juga memengaruhi kemampuan abjad dalam permainan. Tentunya hal ini bisa terbilang menyebalkan untuk pemain kasual, namun untuk penggemar serial Dead or Alive yang sudah biasa buang duit untuk ‘konten dewasa’, ini merupakan tantangan baru.

BACA JUGA:  Simpan Kebanyakan Item, Gamer Setia yang Sudah Habiskan 900 Jam Ini Malah Kena Ban

Koneksi Indonesia Kena ‘Ban’?!
Tentunya alasannya dikenal sebagai seri game dengan konten dewasa, bukan hal gila kalau peredaran game ini ke Indonesia dibatasi — alias kena region lock (tidak bisa dibeli di wilayah-wilayah tertentu) atas dasar konten seksual dan konten sampaumur yang cukup berlebihan. Namun kenyataannya tidak begitu.

Sejumlah negara, terutama negara-negara Barat macam Amerika Serikat dan Australia dirumorkan juga mengalami hal yang serupa. Hal ini dikatakan alasannya developer tidak ingin game ini diserang dengan nilai-nilai seksisme dan penyebaran kebencian terhadap kaum hawa.

Pihak Koei Tecmo selaku developer pun alhasil hanya membuka kanal pembelian pada negara-negara tertentu yang jarang mempeributkan isu-isu dalam game.

Cara untuk menerima game ini ialah memakai VPN untuk bisa mengakses Steam dari negara yang mendukung penyebaran game ini. Sebagai acuan Singapura. Nantinya sesudah pengunduhan selesai, kau bisa eksklusif memainkan game ini tanpa perlu mengaktifkan VPN lagi.

Namun hati-hati, alasannya akun Steam-mu bisa di-ban kalau memakai VPN untuk menembus peraturan pembelian game antarnegara yang sudah ditetapkan oleh Valve!

Meski begitu per 31 Maret 2019 ini, laman Steam game ini sudah bisa diakses dengan koneksi internet Indonesia. Mungkinkah mereka sudah menghapus peraturan tersebut?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here