MONKEY KING HERO IS BACK 20191020185234 768x432
MONKEY KING HERO IS BACK 20191020185234 768x432

Monkey King Hero is Back : Menikmati Dongeng Sang Kera Sakti Lewat Sebuah Video Game!

Sepak terjang Kera Sakti atau yang lebih dikenal sebagai Sun Wukong didunia video game tentunya sudah tidak diragukan lagi. Hampir disetiap genre video game, abjad yang diangkat dari novel klasik “Journey to the West” ini selalu dihadirkan oleh banyak sekali pengembang game sebagai salah satu abjad yang bisa dimainkan. Seolah ingin memanfaatkan kepopuleran tersebut THQNordic, Hexadrive, dan Sony Interactive Entertaiment menghadrikan kisah petualangan sang Kera Sakti tersebut lewat sebuah video game yang berjudul “Monkey King Hero is Back”.

Game ini sendiri diubahsuaikan dari sebuah film animasi yang dirilis pada tahun 2015, dengan judul yang sama. Game yang dirilis untuk PS4 dan PC melalui STEAM ini sendiri merupakan sebuah game action-adventure dengan hampir keseluruhan dongeng diadopsi dari versi filmnya. Kaprikornus bagi kau yang sebelumnya sempat menonton filmnya, melalui game Monkey King Hero is Back kau sanggup memegang kendali dan semua agresi sang Kera Sakti!

Story
Jika kau berharap petualangan Kera Sakti dalam game Monkey King Hero is Back ibarat yang kau lihat pada serial Sun Wukong : Journey to the West yang diputar disalah satu televesi swasta di Indonesia, maka jauhkan dulu pikiran tersebut. Bisa dibilang game yang satu ini mempunyai alur dongeng yang cukup fresh sebab akan menghadirkan petualang Dasheng (Nama sang Kera Sakti dalam game) yang harus berjuang mensucikan eksekusi alam buruknya sehabis berhasil lolos dari kurungan Gunung Lima jari. Game ini sendiri dibuka dengan banyak sekali adegan flash dimana Dasheng yang mengngacaukan kayangan, merusak catatan neraka, sampai alhasil harus menjalani eksekusi kurungan selama 500 tahun.

Cerita sendiri akan berfokus pada Dasheng dan seorang bocah berjulukan Liuer yang tanpa sengaja membebaskan sang Kera Sakti dari gunung lima jari. Dimana sesaat beliau bebas muncullah sosok Guanyin yang memperlihatkan kiprah pada Dasheng untuk menemani Liuer menyelamatkan para bayi yang diculik oleh sang antagonis utama dalam game ini, yaitu Hundun. Selain harus menemani Liuer menyelamtakn para bayi yang diculik oleh Hundun, Dasheng sendiri diwajibakan untuk melaksanakan kebaikan guna mengembalikan kekuatannya yang masih tertahan oleh rantai yang digambarkan sebagai dosa-dosa Desheng sebelumnya. Bisa dibilang perbedaan dongeng inilah yang menciptakan game Monkey King Hero is Back tergolong cukup unik dan berbebeda dengan kisah Kera Sakti pada umumnya yang biasanya berfokus pada membantu sang Biksu mengambil kita suci kebarat.

Gameplay Lebih Terasa Seperti Game Adventure Beat-Em-Up
Tidak ibarat game bergenre action-adventure lainnya yang mengahadirkan gameplay yang cukup kompleks ibarat memunculkan elemen puzzle, grinding, skill point, ataupun secret bos yang akan menciptakan mu stress. Monkey King Hero is Back sendiri bisa dibilang merupakan sebuah game bergenre Adventure Beat-Em-Up. Game yang satu ini sendiri dibentuk dengan sebegitu linear, dimana akan terbagi 10 stage yang dimana kau hanya perlu berfokus pada kemampuan memukul dan menghindar mu guna menuntaskan game Monkey King. Secara gameplay bisa dibilang game satu ini, akan berfokus pada pertarungan melawan monster yang diwaklikan oleh dua jenis serangan basic light dan Heavy attacks. Selain itu kiprah senjata disini kurang terlalu spesial, sebab dirasa tidak memperlihatkan kerusakan yang lebih besar dibandingkan normal attack dari Dasheng.

BACA JUGA:  Tetris Royale, Tetris dengan Mode Battle Royale Segera Tuju Platform Mobile

Untuk fitur skill dan grinding sendiri, sang pengembang hanya menepatkannya seolah sebagai temeplan saja, Skill sendiri bisa kau unlock seiring berjalannya jalan dongeng dimana akan terbuka banyak sekali macam jenis skill ibarat mensummon senjata, meningkatkan kecepatan, sampai mengeluarkan sebuah jurus tornado api. Sedangkan untuk meningkatkan status kau hanya perlu mengumpulkan semacam skill point dengan mengumpulkan “Earth God” untuk mengupgrade kamampuan bertarung serta, kapasitas Health dan Magic mu. Hal tersebut diperparah dengan selama permainan sendiri kau akan lebih sering memakai basic attack ketimbang skill, hal tersebut dikarenakan musuh-musuh dalam game ini akan tewas hanya dengan beberapa serangan saja. Sehingga kiprah skill sendiri kurang terlalu signifikan selama permainan berlangsung.

Selain itu hal utama yang menciptakan game ini lebih terasa ibarat game beat’em’up adalah, kau tidak perlu berpikir panjang dalam menuntaskan setiap stage yang ada. Kamu hanya perlu menghajar banyak sekali musuh yang ada, tanpa perlu khawatir ada area yang tertutup yang mungkin perlu kalian buka dengan skill tertentu. Sehingga setiap stage dalam game ini lebih terasa “hambar” sebab tidak menghadirkan tantangan sama sekali. Cukup hajar semua musuh, kemudian lupakan stage yang ada. Tidak adanya tantangan dan begitu linearnya gameplay yang disajikan menciptakan game ini lebih layak disebut genre adventure beat’em’up ketimbang sebuah action adventure.

Visual dan Audio yang Kurang Hidup
Untuk visual sendiri tampaknya Monkey King Hero is digambarkan dengan indah, yang dipadukan dengan dunia yang berwarna layaknya menikmati sebuah film animasi. Sayangnya untuk urusan Visual sendiri tampaknya sang pengembang masih memilki permasalah yang sama dengan bab gameplaynya. Level yang digambarkan dengan indah diawal game sendiri akan sirna, ketika progress berjalan. Selama permainan sendiri kau akan melihat banyak sekali hal yang terkesan diulang-ulang, ibarat penggambaran hutan, pegunungan dan rumah-rumah penduduk. Setiap level yang kau lewati sendiri akan terasa ibarat dan familiar. Desain montser yang juga begitu monoton menciptakan mu akan begitu gampang menghafal setiap gerakan monster-monster yang ada. Tercatat, ada sekitar jenis desain monster yang akan kau temui selama permaianan, yang pertama troll gunung, monyet, dan monster buaya. Perbedaanya sendiri terletak pada warna dan desain skill yang ada. Sehingga pengualangan-pengualangan tersebut dirasa kurang memanjakan mata selama permainan.

Selain desain musuh dan dunia yang begitu repetitif, audio dalam game ini sendiri terkesan kurang menambah ketegangan yang ada. Permasalahan bab audio sendiri masih sama ibarat bagaian gameplay dan visual tampilan, masih memakai hal yang diulang-ulang sehingga menciptakan aksi-aksi Dasheng terasa kurang hidup. Meskipun secara BGM selama gameplay terasa monoton, sang pengembang tetap berhasil menghadirkan sebuah musik dan sound-sound effect yang menarik selama cutscene story berlangsung, yang menciptakan kau akan terbawa suasana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here