Apex Legends Crypto 768x432
Apex Legends Crypto 768x432

EA Berencana Tingkatkan Live Service Apex Legends Sejak Capai 70 Juta Player
Siap-siap dapatkan pelengkap microtransaction.
EA, mungkin hal yang terbesit di pikiranmu wacana kata tersebut yakni sebuah publisher video game yang haus uang. Bahwa kontroversinya di Star Wars Battlefront II menjadi polemik yang buat mereka semakin dibenci tak hanya dari kalangan gamer, namun juga politik. Bisnis yang dijalankannya yang berangsur tak berpihak pada gamer menciptakan beberapa dari penjualan gamenya menurun dan paksa mereka untuk tutup beberapa studio yang mungkin tak miliki potensi. Salah satu hal yang dikala ini mampu menyelamatkan imagenya yakni Respawn Entertainment, developer gres yang sukses dengan Titanfall 1-2 mereka. Kesuksesannya buat EA eksklusif membelinya. Respawn sendiri bersikeras bahwa EA takkan ikut campur soal pengembangan Apex Legends. Hal tersebut dinyatakan ketika mereka didesak dikala kontroversi microtransaction yang sempat bergelora di Apex Legends. Namun nampaknya pernyataan mereka harus berakhir.

Laporan keuangan teranyar Electronic Arts untuk kuartal kedua tahun fiskal 2020 hari ini memperlihatkan segalanya. Permintaan sahamnya meningkat sebesar 8% tiap tahunnya, sementara player dari FIFA, Madden’s Ultimate Team, dan The Sims 4 juga mengalami peningkatan di dikala yang bersamaan. Apex Legends sendiri sekarang telah miliki 70 juta player semenjak terakhir kali berhasil raih 50 juta player di bulan Maret. Oleh alasannya itulah, COO dan CFO Blake Jorgensen dari EA akan mencoba untuk meningkatkan live service gamenya dengan mengkombinasikannya dengan franchise inti yang mereka punya.

Jorgensen optimis dengan kekuatan live service mereka. Ia mengaku bahwa The Sims 4 dan FIFA Online miliki performa live service di atas asumsi mereka. EA berencana akan meningkatkannya pada game yang dikala ini dimainkan cukup usang oleh beberapa player. “Fokus kami kali ini akan dilanjutkan demi meningkatkan laba perusahaan tahun ini dan di masa datang”, imbuhnya.

BACA JUGA:  Harry Potter: Wizards Unite, Game Harry Potter Bergaya Pokémon Go Resmi Rilis di Wilayah Barat

Meningkatkan live service tentu seolah memperlihatkan membuktikan bahwa game yang dikala ini tengah berjuang dengan konsep bisnis mirip itu mengalami kesulitan. Meski Anthem tak dibicarakan sama sekali, nampak bahwa EA masih belum kapok untuk terus melanjutkan model servisnya yang terbukti sukses di Apex Legends dan game lain.

Game lain milik EA yang dikala ini memakai servis tersebut yakni Plants vs. Zombies: Battle for Neighborville yang gres saja dirilis bulan ini. Menariknya, dua game besar mereka, Need for Speed: Heat dan Star Wars Jedi: Fallen Order tampaknya takkan menjadi fokus utama mereka untuk miliki servis yang sama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here