Concrete Genie 20191004185602 768x432
Concrete Genie 20191004185602 768x432

Review Concrete Genie — Antara Corat-coret Iseng dan Mahakarya
Mendengar istilah vandalisme mungkin akan mengingatkanmu kepada gambar ataupun coretan grafiti yang seringkali ditemukan di tembok-tembok sebuah gedung. Sejatinya memang melanggar hukum alasannya yakni hal tersebut sering dilakukan secara ilegal atau tanpa seijin pemilik gedung.

Walau demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa tidak sedikit dari tindakan vandalisme tersebut bisa dikatakan menghasilkan karya-karya keren atau seringkali hadir sebagai medium untuk menyuarakan aspirasi kepada masyarakat. Dan pada beberapa kasus, gambar-gambar ilegal tersebut justru menciptakan lingkungannya terlihat lebih hidup dan lebih indah.

Pendekatan itulah yang nampaknya coba dilakukan oleh developer PixelOpus pada game Concrete Genie. Diumumkan pertama kali pada 2017, game ini bisa dikatakan hadir dengan premis permainan yang cukup casual, dimana kau akan menghiasi kota yang sudah ditinggalkan dengan coretan-coretan iseng yang mungkin sering kau temukan di buku-buku anak sekolah.

Namun tentunya coretan-coretan tersebut bukan sekadar coretan iseng biasa, alasannya yakni terdapat hal-hal magis mirip genie (jin) yang akan membantumu dalam menghiasi tembok-tembok kota, bahkan merubah coretan-coretan tersebut menjadi sebuah mahakarya.

Menghabiskan waktu sekitar kurang lebih 15 jam menggambar dalam game ini, penulis bisa katakan bahwa penulis cukup berhasil dibentuk terpesona dengan apa yang ditawarkan dalam Concrete Genie. Berikut akan penulis jabarkan hal-hal yang perlu kau ketahui sebagai pertimbangan apakah game ini cocok buatmu atau tidak.

Catatan: Concrete Genie juga mempunyai fitur VR dan sangat direkomendasikan untuk mencobanya, namun penulis akan fokuskan review ini untuk pengalaman bermain secara konvensional.

Demi menyelamatkan sebuah kota kecil
Permainan berlatarkan disebuah kawasan berjulukan Denska, sebuah kota pelabuhan kecil yang dulunya penuh dengan kehidupan dan ramai akan aktivitas, namun sekarang sudah benar-benar ditinggalkan akhir peristiwa yang menciptakan kota tersebut dipenuhi polusi dan mematikan banyak mata pencaharian masyarakat sekitar. Tidak hingga disitu, kehadiran remaja-remaja badung yang seakan-akan menyebabkan Denska taman bermain dan aksi vandalisme juga semakin memperburuk kondisi kota tersebut.

Dalam game ini kau akan berperan sebagai Ash, sesosok dewasa yang gemar menciptakan doodle atau gambar iseng. Berniat mengunjungi Denska untuk mencari inspirasi, Ash justru diganggu oleh remaja-remaja badung (seterusnya akan penulis sebut dengan para bully) dan merobek-robek buku bagan miliknya. Lebih lanjut, dirinya bahkan dibuang ke sebuah mercu suar bau tanah yang terkesan cukup angker.

Ash kemudian menemukan kertas yang terobek dari buku sketsanya, namun anehnya, kertas tersebut terbang dengan sendirinya dan menuntun Ash ke sebuah kawasan di bawah mercu suar. Dan tiba-tiba, gambar monster dengan nama Luna dari dalam kertas tersebut kemudian menjadi hidup dengan bermanifestasi sebagai sesosok jin.

Ash kemudian diberikan sebuah kuas aneh yang sanggup menggambar dan menghiasi tembok-tembok dengan coretan-coretan dari buku bagan Ash. Berbeda dengan gambar-gambar atau graffiti biasa, gambar-gambar yang dikeluarkan dari kuas aneh tersebut akan bergerak dan terlihat sangat hidup. Menyadari bahwa kuas aneh tersebut mempunyai kekuatan yang luar biasa, Ash sekarang bertekad untuk membawa kembali kehidupan ke kota Denska

Jin-jin lucu, lembaran bagan dan kuas ajaib
Jin, buku bagan dan kuas aneh yang kau bawa menjadi fitur utama dalam game ini. Namun, agaknya perlu diketahui bahwa sosok jin dalam Concrete Genie bukanlah sosok-sosok jin yang mungkin sering kau dengar sebagai mahluk astral yang mempunyai maksud jahat kepada manusia, melainkan sosok-sosok lucu yang hidup dari khayalan Ash, serta dirimu sebagai pemain.

Selama permainan berlangsung, kau akan menemukan aneka macam gambar jin yang pernah Ash gambar yang tersebar di kota Denska sebelum terkena bencana. Dan dengan kekuatan kuas aneh yang kau dapatkan, kau sanggup membawa hidup jin-jin tersebut, serta mendesain sendiri tampilannya sesuai keinginanmu. Mulai dari bentuk tubuh, serta bagian-bagian badan lainnya mirip telinga, tanduk, dan juga ekor.

Tujuan utama dari permainan ini yakni menghidupkan semua lampu bohlam yang tersebar di kota Denska, dan hal tersebut dilakukan dengan menghadirkan gambar dari kuas aneh yang kau miliki. Secara umum, kau akan memakai sketsa-sketsa kecil milik Ash dan menyatukannya menjadi suatu gambar pemandangan.

Terdapat aneka macam bagan mirip pepohonan, rerumputan, bunga, bulan, bintang, imbas hujan dan masih banyak lagi. Namun perlu diketahui juga bahwa kau harus terlebih dahulu menemukan lembaran-lembaran bagan yang sekarang tersebar di kota Denska akhir perbuatan jahil para bully.

Tidak hanya lembaran bagan untuk menghadirkan gambar pemandangan yang indah di tembok, kau juga sanggup menemukan lembaran bagan berisi jenis-jenis jin yang pernah Ash gambar, serta bagian-bagian badan jin lainnya. Sehingga dirimu didorong untuk menjelajahi kota Denska untuk menemukan sketsa-sketsa tersebut jikalau ingin menghasilkan gambar yang lebih bervariasi lagi.

Jin-jin yang kau bawa hidup nantinya juga sanggup berinteraksi dengan gambar-gambar yang kau buat dan menawarkan respon yang berbeda-beda. Seperti apel yang bisa mereka makan, hingga api unggun dimana mereka bisa duduk-duduk santuy di dekatnya.

Jin-jin tersebut sesekali juga akan meminta digambarkan sesuatu yang spesifik. Berhasil memenuhi undangan tersebut, sang jin akan menawarkan kekuatan Super Paint untuk kuas aneh yang kau gunakan, dimana hal ini akan penulis jelaskan pada poin berikutnya.

Darkness sebagai musuh utamamu
Memiliki kekuatan kuas aneh bukan berarti menciptakan perjuanganmu tanpa hambatan. Bencana yang menimpa kota Denska tersebut menghasilkan sebuah kekuatan negatif dengan sebutan ‘Darkness’ yang menjadi sumber utama begitu kelamnya kondisi kota.

Darkness ini sanggup kau lihat di beberapa tembok kota Denska, ibarat akar-akar berwarna ungu yang menjalar. Darkness tersebut akan menghalangimu menggambar di tembok-tembok yang dihinggapinya. Disinilah kekuatan Super Paint digunakan, dimana dengan kekuatan super tersebut, kuas ajaibmu sekarang bisa membersihkan akar-akar Darkness tersebut, bahkan menciptakan gambar-gambarmu jadi lebih besar.

Selain akar-akar kecil pada tembok mirip gambar di atas, terdapat juga sumber Darkness yang terkonsentrasi pada suatu kawasan dan menghalangi jalanmu. Super Paint sendiri tidak bisa untuk menghilangkannya, namun kau hanya perlu menyalakan semua bohlam pada suatu zona biar Darkness yang lebih berpengaruh tersebut hilang dan membuka jalan gres untukmu.

Berhasil menghancurkan semua Darkness tersebut pada suatu level, kau akan membuka wadah untuk menggambar sebuah masterpiece atau mahakarya. Tembok yang disediakan akan lebih besar dan lebih tinggi, sehingga kau sanggup menghasilkan gambar-gambar yang lebih besar dan tentunya terlihat lebih elok daripada gambar di tembok-tembok kecil.

Tidak hanya Darkness, selama permainan berlangsung para bully yang mengganggumu pada prolog permainan juga akan mencoba mengganggumu selama menghiasi kota Denska. Ketika mereka melihatmu atau jikalau kau mencoba distract mereka, para bully ini akan eksklusif mengejarmu. Namun melarikan diri dari mereka ternilai tidak terlalu sulit.

BACA JUGA:  Diggie Masih Menyebalkan! Inilah 5 Hero Support Mobile Legends Terbaik di Bulan Mei 2019

Elemen platformer dan puzzle
Selain menggambar gambar, kau juga akan dihadapi dengan aneka macam platformer dan puzzle-puzzle yang cukup ringan. Kedua elemen ini juga akan memanfaatkan jin-jin yang kau buat untuk membuka jalan baru.

Namun perlu diketahui bahwa jin-jinmu hanya bisa berjalan dalam tembok yang saling terhubun. Dalam Concrete Genie, kau juga akan di hadapi dengan aneka macam hambatan dimana jin mu tidak bisa menuruti panggilanmu. Sehingga kau diharuskan mencari cara lain biar mereka bisa menyebrang dan melanjutkan permainan.

Selain itu, jin-jin yang kau bawa hidup akan mempunyai warna yang berbeda-beda. Perbedaan warna tersebut menunjukan bahwa mereka mempunyai kemampuan khusus. Jin merah sanggup mengeluarkan api, jin kuning sanggup mengeluarkan listrik, dan jin biru sanggup meniupkan angin. Terdapat beberapa puzzle yang akan membutuhkan kemampuan-kemampuan tersebut.

Hadir sebagai game Sandbox, terdapat beberapa area yang bisa kau kanal dengan cara tertentu untuk menemukan sketsa-sketsa yang hilang dari buku Ash. Terdapat aneka macam jalan yang harus kau cari sendiri untuk mencapai lokasi-lokasi tersebut.

Dan bagi kau yang mengincar 100% achievement, sangat disarankan untuk menjelajahi semua kawasan untuk menemukan aneka macam collectible yang hadir dalam game ini, mulai dari lembaran bagan milik Ash, hingga koran-koran yang menjelaskan peristiwa yang terjadi di kota Denska.

Hadirkan sedikit elemen action
Satu hal yang penulis paling tidak duga yakni hadirnya elemen Action pada game ini. Darkness yang menyelimuti kota Denska ternyata juga bisa mensugesti jin-jin yang kau bawa hidup menjadi sangat kasar dan tidak terkendali.

Selain jadi alat untuk menggambar, kuas ajaibmu dalam hal ini juga berfungsi sebagai senjata untuk melemahkan jin-jin yang menjadi kasar tersebut. Dan yang penulis sangat suka yakni begitu indah dan kerennya serangan-serangan yang dilancarkan oleh Ash.

Selain melaksanakan serangan, kau juga sanggup memanfaatkan kuas aneh mu sebagai skateboard magis untuk bergerak dengan cepat. Kamu juga bisa melaksanakan dodge dengan keren selama bertempur berlangsung.

Satu hal yang disayangkan mungkin yakni betapa sebentarnya bab action ini, dimana secara tidak eksklusif membuatnya terkesan cukup repetitive dan membosankan ketika sudah mengetahui cara paling efektif dalam bertempur.

Grafis yang memanjakan mata
Sebagai sebuah game yang menyajikan elemen permainan gambar menggambar, Concrete Genie tentunya hadir dengan tampilan grafis yang cukup menawan. Memang tidak terlalu realistis mirip game AAA zaman now, namun tampilan permainan yang mungkin mirip dengan film Coraline ini benar-benar bisa memanjakan mata. Tidak ketinggalan, terdapat mode 4K bila kau memainkannya di PS4 Pro.

Hal ini tentunya terlihat dari beberapa screenshot yang tersebar di artikel review ini. Dimana beberapa diantaranya merupakan hasil Photo Mode yang berdasarkan penulis cukup menawarkan banyak opsi ala software photo editing yang cukup simpel. Penulis sendiri sangat terkesima dengan beberapa gambar-gambar hasil jepretan tersebut.

Satu hal yang mungkin patut diacungi jempol yakni mudahnya masuk Photo Mode tersebut. Ketika banyak game yang perlu masuk ke sajian Option atau Pause, Concrete Genie cukup menekan tombol R3 dan L3 (analog) akan segera masuk Photo Mode. Sehingga kau bisa gercep ketika menemukan scene yang manis dan ingin mengambil gambarnya.

Kontrol yang agak canggung
Secara default, Concrete Genie memakai fitur motion sensor yang terdapat pada DualShock 4 setiap kali kau akan menciptakan suatu gambar. Kamu yang pernah bermain Infamous Second Son mungkin akan cukup familiar dengan menggambar memakai fitur motion sensor ini. Namun, penulis sendiri cukup mencicipi bahwa kontrol memakai motion sensor tersebut terasa agak canggung dalam Concrete Genie.

Namun perlu diketahui bahwa hal ini agaknya akan berbeda-beda untuk tiap orang. Dalam hal ini, penulis sendiri mengidap kondisi tremor, dimana secara tidak sadar tangan penulis sering bergetar dengan sendirinya, terutama ketika menggenggam sesuatu.

Walau demikian, untungnya game ini menghadirkan opsi untuk mengganti motion sensor tersebut dengan memakai analog R3 yang berdasarkan penulis lebih gampang dikendalikan. Kamu juga bisa mengatur sendiri sensitivitas ketika akan menciptakan gambar dengan analogmu ataupun motion sensor.

Sang developer sendiri sempat menjelaskan bahwa game ini tidak akan menilai seberapa manis atau seberapa buruk gambar-gambar yang kau buat. Sehingga walau kau menghasilkan gambar yang kurang yummy dilihat atau tidak proporsional alasannya yakni kontrol yang terlalu sensitif ini misalnya, game tetap akan berlanjut. Hal ini sayangnya jadi sebuah potensi yang terlewatkan, dimana akan penulis jelaskan pada poin berikutnya.

Kurang berikan artistic value
Seperti yang telah penulis kemukakan pada poin sebelumnya, gambar-gambar yang kau buat dalam Concrete Genie sayangnya terkesan tidak meninggalkan artistic value. Walau memang hal ini bertujuan biar pemain sanggup menikmati karyanya masing-masing, hal ini menciptakan Concrete Genie sangat gampang diselesaikan walau tanpa perlu menghadirkan gambar yang aesthetic.

Sebagai contoh, penulis cukup memakai bagan kupu-kupu untuk menyalakan bohlam atau membersihkan akar-akar Darkness dengan cepat pada suatu zona. Kupu-kupu tersebut akan hilang dalam beberapa saat, sehingga tembok tersebut akan kembali kosong, namun dengan kondisi bohlam yang sudah menyala.

Hal ini ditambah dengan semua objek bagan yang merupakan pre-made, tidak ada semacam objek garis lurus bagi kau yang contohnya ingin menciptakan karya sendiri. Walau memang bagan yang di hadirkan cukup variatif, pada karenanya gambar-gambar tersebut akan menawarkan kesan yang tidak terlalu berbeda satu sama lain.

Kesimpulan
Terlepas dari beberapa hal yang telah penulis kemukakan di atas, pada karenanya Concrete Genie kurang berhasil dalam membawakan sebuah game yang memorable. Walau demikian, Concrete Genie tentunya berhasil membawakan kualitas yang mungkin jarang ditemui pada game-game casual lainnya.

Sejatinya, penulis bisa katakan bahwa Concrete Genie merupakan sebuah game yang cocok dimainkan ketika lelah atau bosan memainkan game-game besar lainnya. Pembawaannya yang cukup kalem dan tidak terlalu serius, Concrete Genie sesekali berhasil membawakan senyum dan tawa bagi penulis ketika menggambar dan melihat jin-jin tersebut terlihat begitu girang.

Tidak ketinggalan, game ini tentunya sangat cocok untuk kau bapak-bapak atau ibu-ibu yang ingin mengajak sang anak untuk bermain video game. Dimana selain menerima cita rasa seni, plot dongeng yang mencoba mengangkat fenomena bullying bisa jadi pembelajaran sosial yang berkhasiat bagi masa depan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here