Suguhan Beasiswa dan Program Esports dari Sekolah PSKD
Suguhan Beasiswa dan Program Esports dari Sekolah PSKD

Semakin mantapkan langkah mereka di pendidikan esports Indonesia.
Sebenarnya, Sekolah Menengan Atas 1 PSKD memang sudah menciptakan gempar industri gaming Indonesia dikala mereka mengenalkan acara esports mereka di 2016. Sekolah Menengan Atas ini menjadi institusi pendidikan formal pertama yang justru merangkul esports sebagai bab dari proses pembelajaran.

Di tahun 2019 ini, mereka semakin memantapkan langkah mereka sebagai institusi pendidikan yang merangkul komunitas gaming; yang biasanya dijauhi oleh kebanyakan institusi pendidikan formal.

Program esports Sekolah Menengan Atas 1 PSKD yang kini merupakan lanjutan yang lebih komprehensif dari acara sebelumnya. “Kalau dulu, game mobile belum masuk secara full. Tahun ini sudah. Sebelumnya belum ada pemberian juga dari publisher game–nya. Sekarang kita sudah menerima pemberian dari Garena dan Tencent.” Ujar Yohannes Siagian, Kepala Program Pembinaan Esports Sekolah Menengan Atas 1 PSKD.

Kerennya lagi, murid-murid peserta acara esports di sekolah ini juga akan mulai ikut turnamen kelas umum (yang bukan khusus untuk pelajar).

Apakah hal ini berarti murid-murid PSKD akan ikut turnamen sekelas PINC, misalnya? Tanya aku ke Joey, sapaan erat Yohannes; yang kini juga menjabat sebagai Vice President EVOS Esports.

“Kalau level belum dewasa bisa mencapai tingkat itu, kita akan daftarkan. Realistisnya akan perlu 1-2 tahun minimal sebelum bisa ikut selevel PINC tapi goal-nya mulai ke arah sana. Kemungkinan juga akan pakai nama ‘PSKD Esports’ or yang serupa.” Jelas Yohannes.

Hal tersebut sangat layak diacungi beribu-ribu jempol (andai aku punya tangan sebanyak itu). Pasalnya, menunjukkan lebih banyak pengalaman esports kepada kaum muda ialah salah satu solusi dilema regenerasi yang sudah mulai terasa imbasnya di ekosistem esports Indonesia.

Buat yang belum tahu banyak soal acara esports dari PSKD, Anda bisa membaca sendiri gosip lengkapnya di PSKDEsports.com. Namun, singkatnya, izinkan aku menceritakan sedikit wacana acara tersebut.

Program pelatihan esports Sekolah Menengan Atas 1 PSKD ialah acara pelatihan intensif yang diintegrasikan dengan acara pendidikan formal di tingkatan Sekolah Menengah Pertama dan SMA. Saat ini, acara pelatihan esports PSKD sudah bisa didapat di 2 sekolah berikut ini:

  • SMA 1 PSKD. Jl. Diponegoro No.80 Senen, Jakarta Pusat.
  • SMP 1 PSKD. Jl. Kwini 1 No. 1. Senen, Jakarta Pusat.
  • Rencananya, akan ada 2 lokasi tentatif untuk tahun anutan 2019/2020 juga, yaitu:
  • SMA 4 PSKD. Jl. Panglima Polim II No.51A. Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
  • SMP 4 PSKD. Jl. Panglima Polim II No.51A. Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sedangkan untuk acara pelatihan esports-nya sendiri, ada 5 game yang sudah tersedia di sini. Kelima game tersebut adalah:

  • PUBG Mobile
  • Arena of Valor
  • Free Fire
  • Dota 2
  • Mobile Legends

Selain pelatihan kompetitif yang spesifik untuk game-nya, mereka juga menggelar ‘jurusan’ untuk:

Content Creation and Management
Social Media Management
Game Casting and Broadcasting
General Esports
Sayangnya, hingga artikel ini ditulis, acara esports dari PSKD ini hanya tersedia untuk murid-murid sekolah itu. Jadi, Anda harus memindahkan sekolah anak, adik, ataupun keponakan Anda bila ingin mendapatkannya. Namun demikian, Yohannes menyampaikan bahwa mereka juga sedang mempersiapkan acara pelatihan usia muda yang ditujukan untuk umum.

BACA JUGA:  Team Secret Juarai Major Kedua di MDL Disneyland Paris Major 2019!

Beasiswa Esports PSKD

Lalu bagaimana soal beasiswanya? Seperti apakah bentuknya? Dan bagaimana proses seleksinya?

“Beasiswa esports, basically, kita akan subsidi biaya pendidikan anak yang memang punya bakat dan potensi di esports; selama beliau berkomitmen untuk mencar ilmu benar, kerja keras, mengikuti program, disiplin, dan mengikuti peraturan. Sedangkan prestasi dan juara tidak masuk pertimbangan untuk mempertahankan beasiswa.”

Di sekolah ini, ternyata juga ada dua macam beasiswa, yaitu beasiswa ekonomi dan prestasi. Beasiswa prestasi bisa diberikan untuk siswa yang bisa ataupun tidak mampu. Namun, bila sudah menerima beasiswa prestasi namun masih kesulitan biaya, sekolah akan menambahkan dengan beasiswa ekonomi.

Lalu bagaimana cara mereka memilih murid yang layak menerima beasiswa?

Joey pun bercerita ada beberapa hal yang dipertimbangkan sebelum menunjukkan beasiswa. Sifat-sifat siswa dan nilai akademis mereka akan kuat terhadap keputusan ini.

“Mau bekerja keras, humble, bersedia mengorbankan waktu dan tenaga untuk mencapai cita-citanya dan disiplin.” Jawab Yohannes dikala aku tanyakan sifat-sifat yang dicari dari murid peserta beasiswa.

Namun demikian, berdasarkan saya, hal tersebut mungkin masih sedikit ambigu atau mungkin terlalu subjektif sebab semua orang bisa mengklaim sifat-sifat itu semua.

Karena itu, Yohannes pun meyakinkan aku bahwa proses wawancara dikala seleksinya yang menjadi sangat penting. “Staff penerimaan murid kita pengalamannya sudah banyak. Kaprikornus memang skilled dalam proses seleksi dan wawancara.” Ujarnya.

“Maybe yang paling penting bagi aku itu potensi dididik dan berkembang. Nggak apa-apa dikala ini nilai buruk atau pengetahuan kurang, asal potensi dikembangkan ada.” Tambah Yohannes.

Bagaimana soal nilai akademis calon peserta beasiswa?

“Nilai (akademis) efek tapi kita lihat per kasus. Misalnya, anak dari Siantar dan anak dari Yogyakarta tidak bisa memakai standar yang sama.”

Akhirnya, Yohannes yang juga mantan Kepala Sekolah untuk Sekolah Menengan Atas 1 PSKD ini menunjukkan penutupnya sebelum mengakhiri perbincangan kami.

“Kalau ada anak usia SMP/SMA yang serius ingin memajukan kemampuan dirinya di bidang esports (sebagai pemain atau tugas lain di industri esports) dan siap kerja keras untuk menggapai mimpi itu, jangan ragu untuk daftar. Skill dikala ini tidak jadi masalah. Yang paling penting ialah punya passion dan mau kerja keras. Tujuan sekolah itu menciptakan yang tidak bisa jadi bisa.

Kita memang tidak menjamin bahwa semua peserta acara kita menjadi pemain pro. Namun, yang pasti, mereka akan menerima pengalaman penting yang menjadi modal mereka untuk membangun masa depan yang lebih baik.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here