DA Arena Kembali Hadir! Menjadi Sarana Hidupkan Kembali Jagat Kompetitif Dota Indonesia
DA Arena Kembali Hadir! Menjadi Sarana Hidupkan Kembali Jagat Kompetitif Dota Indonesia

Bertajuk Indoesports League x DA Arena, kompetisi ini menjadi oase di tengah turnamen Dota 2 yang semakin minim
Invasi mobile esports yang semakin kasar di Indonesia, mau tak mau menciptakan esports game PC sekarang jadi semakin terpojok. Apalagi juga mengingat perhatian pengembang game esports PC cenderung minim terhadap pasar Asia Tenggara, yang beda jauh kalau dibandingkan dengan Moonton, yang sangat mendukung perkembangan sceneesports Mobile Legends di Indonesia.

Kendati kancah lokal esports game PC yang sekarang sedang meredup, namun game mirip Dota tetap mempunyai khalayaknya tersendiri kancah internasional. Berangkat dari hal tersebut, Digital Alliance bersama dengan INDOESPORTS menyelenggarakan Dota 2 INDOESPORTS League x DA Arena.

Memperebutkan total hadiah sebesar Rp20 juta, kompetisi ini diselenggarakan dengan maksud untuk mencari bakat gres di kancah Dota Indonesia yang sekarang sudah semakin sedikit. Soal regenerasi pemain Dota 2 di Indonesia ini memang menjadi satu persoalan yang sudah mencapai tingkat meresahkan.

Rex Regum Qeon dan The Prime NND, dua organisasi esports yang tumbuh besar berkat Dota 2, baru-baru ini malah membubarkan divisi Dota 2 milik mereka. Keduanya punya alasan yang sama, kesulitan mencari pemain gres untuk mengisi kekosongan kursi roster mereka. Anton, General Manager ThePrime Esports juga turut menceritakan hal tersebut. Ia mengatakan, kalaupun ada, pemain berbakat tersebut biasanya masih sedang sekolah atau kuliah di kawasan masing-masing.

Hybrid juga sempat membahas soal regenerasi pemain, yang memang sudah cukup usang menjadi masalah. Dalam pembahasan tersebut, Yabes Elia, Senior Editor Hybrid, berbincang dengan Yohannes Siagian, VP EVOS Esports. Kalau bicara soal pemain, salah satu yang jadi sorotan yaitu soal para atlet yang matang dikarbit. Masalah tersebut muncul alasannya tidak adanya jalur ataupun wadah yang terperinci untuk bertanding, sehingga banyak pemain yang mendadak pribadi naik ke level profesional.

BACA JUGA:  MiHoYo akan Hadirkan Genshin Impact di Tokyo Game Show 2019

Terkait kompetisi ini Bambang Tri Utomo selaku Chief Operation Officer dari INDOESPORTS turut menunjukkan komentarnya. “Alasan kami mengadakan kompetisi ini, alasannya kami yakin esports PC masih menjadi salah komoditi utama di kancah internasional. Kenapa Dota 2? alasannya kami merasa peminatnya masih cukup banyak di Indonesia dan juga masih punya nilai kompetitif yang tinggi di tingkat internasional.”

Bambang Tri Utomo juga bicara lebih lanjut soal regenerasi pemain Dota 2 di Indonesia. “Saya melihat organisasi tim esports mengalami hambatan di Dota alasannya dua hal, minimnya kompetisi dan regenerasi pemain. Maka dari itu kami berharap kompetisi ini mampu menjadi wadah bertanding bagi siapapun yang masih punya semangat berkompetisi di kancah Dota.” Lalu untuk jangka panjang, Bambang juga menyampaikan rencananya untuk menghadirkan kompetisi ini satu kali di setiap kuartal tahun 2019.

Tak cuma memperebutkan total hadiah yang cukup besar, kompetisi ini juga akan menghadirkan para shoutcaster ternama di jagat kompetisi Dota. Mereka sendiri yaitu Dimas “Dejet” Rizky, Feraldo “Feraldoto” Vadriansyah, Achmad “CaptRigel” Ichsan dan Resha “ARS” Ariasena.

Sebagai salah satu penggemar esports Dota, saya sendiri tentu berharap banyak pihak yang memperhatikan jagat kompetitif Dota, dan juga tugas komunitas untuk menjaga game ini tetap hidup di Indonesia. Semoga saja kehadiran kompetisi mirip ini, mampu kembali menghidupkan jagat kompetisi Dota 2 di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here