Sejumlah Informan Bilang, Xbox Next-Gen Lebih Canggih Dibanding PlayStation 5
Sejumlah Informan Bilang, Xbox Next-Gen Lebih Canggih Dibanding PlayStation 5

E3 2019 kemungkinan akan menjadi daerah penyingkapannya.
Pengumuman Project Scarlett oleh Phil Spencer di E3 2018 menandai dimulainya babak gres persaingan console game generasi selanjutnya. Setelah momen itu, muncul beberapa kali update aksesori mengenai sistem anyar milik Microsoft. Sang rival sendiri sudah mengonfirmasi pengembangan PlayStation ‘5’ di bulan Oktober 2018 dan men-tease spesifikasi hardware-nya ahad lalu.

Berbekal teknologi persembahan AMD, PS5 (belum jadi nama resmi) menjanjikan fitur ray tracing ala PC ber-GPU Nvidia RTX serta kapabilitas menangani konten di resolusi 8K. Meskipun belum diketahui apakah 4K di sana bersifat native atau via upscale, klaim tersebut memang terdengar mengagumkan sekaligus ambisius. Namun yang menciptakan rivalitas antara Sony dan Microsoft jadi tambah menarik adalah, sejumlah narasumber memberikan bahwa Xbox versi gres bahkan lebih canggih dari PlayStation 5.

Informasi tersebut disampaikan oleh head editor Seasoned Gaming Ainsley Bowden via Twitter-nya menurut akreditasi beberapa narasumber. Menurut Bowden, laporan ini mampu dipercaya alasannya ialah para informan telah beberapa kali berhasil pertanda keakuratan data mereka. Buat sekarang, belum diketahui terang apa yang menciptakan Scarlett/Anaconda lebih canggih dibanding PlayStation 5 – apakah dilihat dari sisi performa atau kelengkapan fitur.

Belajar dari pengalaman sebelumnya, kita tahu kesuksesan console tidak hanya ditentukan oleh hardware. Konten langsung bermutu ialah salah satu alasan utama mengapa orang menetapkan buat membeli. Dilihat dari perspektif ini, PlayStation 4 masih lebih unggul dari Xbox One. Tetapi console current-gen Microsoft itu punya satu fitur yang tak dimiliki rivalnya: backward compatibility. Kapabilitas ini rencananya gres akan dihadirkan di PS5.

Di bulan Februari kemarin, tersingkap kabar yang menyatakan bahwa Project Scarlett akan tersaji dalam lebih dari satu varian hardware. Seperti Xbox One S dan X, konsumen nantinya dipersilakan untuk menentukan model standar atau tipe ‘superior’. Yang unik di sini ialah, walaupun kita tahu masa senja sistem current-gen telah tiba, Microsoft masih punya jadwal buat memperluas keluarga Xbox One dengan penyediaan versi All-Digital bulan depan.

BACA JUGA:  Watch Dogs Legion Takkan Hadirkan Anjing sebab Ubisoft Bingung Bagaimana Memprogram Emosional Mereka

Namun saat Sony telah mengungkap secara resmi komponen-kompenen penopang PlayStation 4 (di antaranya pemakaian CPU dan GPU semi-custom berbasis Ryzen 3 serta Radeon Navi, plus penyimpanan SSD), Microsoft malah belum mengabarkan detail hardware Xbox anyar. Ada dugaan berpengaruh sang produsen turut mengandalkan teknologi AMD, sehingga dari segi arsitektur, kedua perangkat tak begitu berbeda. Menurut Phil Spencer, ada dua sasaran utama yang coba dihidangkan oleh Xbox baru: peningkatan frame rate dan pemangkasan waktu loading.

Dengan absennya Sony di E3 2019, perhatian khalayak kini tertuju pada Microsoft, yang menjanjikan ‘pertunjukan besar‘ di bazar gaming raksasa tahunan itu. Ada kemungkinan besar mereka akan mengumumkan segala berita terkait Scarlett di sana. Dan saya pribadi ingin tau di mana perusahaan akan menempatkan layanan gaming on demand yang tengah mereka godok, apakah akan bangun sendiri atau mengusung branding Xbox?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here